Hama Gudang

Posted: 19 September 2010 in Pest Control, Uncategorized

PENGENALAN HAMA GUDANG

Beberapa  organisme yang berpotensi sebagai hama di pergudangan adalah :

•           Serangga

•           Tikus

•           Burung

Perkiraan  kehilangan  hasil  akibat gangguan hama  gudang dapat mencapai 50 %. Susut pangan pra panen didunia mencapai  35 %, 12 % diantaranya di-sebabkan    oleh    serangga    hama (Pimentel,1991)

Kerugian Akibat Hama Gudang

Kerugian akibat gangguan hama gudang adalah sbb :

A.      Secara Langsung :

Penyusutan

Penyusutan terjadi akibat infestasi larva serangga yang memakan bijian-bijian sehingga biji menjadi kosong atau rusak.

Kontaminasi

Kontaminasi terhadap produk melalui    kotoran – kotoran  yang dikeluarkan oleh  serangga  maupun  sisa  bekas pergantian kulit.

B.      Secara tidak langsung

Kerusakan terhadap kemasan

Kerusakan  pada  kemasan seperti kayu dan  karton  terjadi  akibat  gigitan serangga  dalam  membuat lubang untuk masuk ke dalam kemasan.

Berjamur dan Bertumpuk

Aktifitas   serangga  di  dalam  biji  dapat    menghasilkan   panas/lembab. Kondisi  tersebut   menyebabkan  biji berjamur dan menggumpal.

Pengelompokan cara merusak

Pengelompokan serangga ditinjau dari cara makannya dibagi dalam 4 kelompok yaitu :

•           Internal Feeders

•           External Feeders

•           Scavengers

•           Secondary Pest

A. Internal Feeders

Kelompok serangga yang menyerang biji  yang masih utuh atau belum  diproses.  Kerusakan  disebabkan oleh  larva  yang  ada  di dalam biji.

Contoh : -Sitophilus spp (Weevil)

-Rhyzopertha dominica (Lesser grain borer)

-Sitotroga cerealella (Angoumois grain moth)

B. External Feeders

Serangga  yang menyerang produk biji-bijian dari luar baik yang masih utuh maupun yang sudah diproses.   Contoh :

- Lasioderma  Serricorne (Tobbaco    bettle)

- tribolium Spp (flour beetle)

- Stegobium paniceum (Drugstore beetle)

- Tenebroides mauritanicus (Cadelle  beetle)

- Plodia interpunctella (Indianmeal moth)

C. Scavengers

Serangga yang menyerang biji-bijian yang  sudah  diproses   atau  rusak secara fisik maupun akibat serangan serangga hama lain.Contoh :

- Oryzaephilus surinamensis (sawtoothed grain beetle)

- Anagasta kuehniella (Mediteranian flour moth)

D. Secondary Pest

Serangga yang hanya menyerang biji-bijian  yang  telah  rusak, lembab/busuk atau telah tumbuhi jamur. Contoh :

- Tenebrio molitor (Yellow mealworm)

- Alphitobius diaperinus (Lesser mealworm)

Jenis-Jenis Hama Gudang

Sitophilus spp

•          Mudah dikenal dengan ciri khas pada moncongnya yang  meruncing sehingga dinamakan kumbang moncong.

•           Species yang ditemukan di Indonesia adalah Sitophilus oryzae dan Sitophilus granarius.

•           Serangga dewasa berwarna coklat gelap sampai hitam

•           Antena terdiri dari 8 segmen

•          Larva kedua species berukuran 4,0 mm

•           Larva berwarna putih, kepala gelap

•           Larva tidak mempunyai kaki

•           Selama hidupnya larva berada di dalam  biji

•           Larva mengalami ganti kulit 4-6 kali

•           Larva akan menjadi pupa setelah 6-8minggu

•           Periode Pupa dapat mencapai 5-15 hari.

•           Dewasa mampu hidup antara 6 bln – 1tahun.

•           Serangga dewasa bisa terbang sehingga mudah berpindah

Sitophilus granarius (Grain weevil)

•          Siklus hidup minimal 4 minggu  pada kondisi di    bawah    suhu optimum sampai  26 0C dan kelembaban 14 %.

•          Pada kondisi optimum (26 0C) mampu menghasilkan telur sebanyak 2-3 butir/hari

•          Seekor betina mampu menghasilkan 200 butir tekur

•          Larva berkembang di dalam biji selama 6-8 minggu dan mampu  bertahan selama 10 minggu pada suhu 5  0C.

•          Pupa berumur 5-15 hari.

•          Panjang tubuh serangga dewasa 3,5 mm, senang terbang, berumur 6-12 bulan.

Sitophilus oryzae (Rice weevel)

•          Mempunyai banyak persamaan dengan S. granarius

•          Panjang  2.5 mm.

•          Pada bagian sayapnya terdapat tanda berupa 4 spot berwarna orange kemerahan

•          Memakan   hampir semua jenis biji   mis: gandum, beras, jagung spaghetti.

•          Gejala serangan berupa ditemukannya lubang  besar pada biji.

Rhizopertha domonica (Lesser grain borer)

•          Betina   mampu   menghasilkan  telur sebanyak 500 butir

•           Larva berwarna putih dengan   kepala berwarna oklat

•           Larva  mempunyai   3 pasang  tungkai

•          Pupa berwarna putih

•          Siklus hidup dapat berlangsung 3-6 minggu dengan  rata-rata 50-60 hari

Rhizopertha domonica (Lesser grain borer)

Siklus hidup :

•           Siklus hidup dapat berlangsung 3-6 minggu dengan  rata-rata 50-60 hari

•           Telur diletakkan secara tunggal atau berkelompok antara 2-30 pada permukaan biji maupun pada retakan biji.

•           Betina mapu menghasilkan telur sebanyak 200-500 butir

Komoditi  yang  diserang :  Biji-bijian seperti   padi, gandum  terigu, kadang -kadang  merusak  makanan yang  terbuat  dari  gandum mis spaghetti, biscuit dll

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s