Pengaturan Penulisan ‹ Okeko — WordPress

Posted: 6 Oktober 2010 in okeSport

Terancam Kehilangan Miro

Selasa, 05 Oktober 2010 13:37
MALANG – Pertandingan Arema berikutnya baru digelar 17 September nanti, saat tim berjuluk Singo Edan ini menjamu Persibo Bojonegoro. Namun Arema terancam kehilangan pelatih dan pemain asingnya, jika tak segera bergerak cepat.
Pasalnya, KITAS (Kartu Izin Tinggal terbatas) milik pelatih Arema, Miroslav Janu dan beberapa pemain asing Arema akan segera berakhir masa berlakunya. Sedangkan hingga kemarin, belum ada tanda-tanda untuk mengurus perpanjangannya.
Sebut saja Miro. Dia mengaku KITAS miliknya akan berakhir 12 Oktober, sama seperti milik Esteban Gullien. Sedangkan KITAS milik Chmelo Roman  akan berakhir 14 Oktober nanti, atau beberapa hari sebelum lawan Persibo.
‘’Saya tidak tahu kapan untuk mengurus KITAS ini,’’ ungkap Miro yang kedatangan ke Indonesia melalui Onana Denis Julies, agen pemain asing berlabel Mutiara Hitam and Management Sport.
‘’Onana bilang, dia yang mengurus. Tapi saya tidak tahu kapan. Idealnya hari ini atau besok, karena dua hari ini tim libur. Tidak bisa nanti saat akan pertandingan. Lebih bagus sekarang, daripada nanti jelang pertandingan,’’ sambungnya.
Kebetulan Miro dan Esteban satu agen, sedangkan Roman berada dibawah manajemen Indobola Mandiri, pimpinan Eko Subekti. Menurut Roman, KITAS miliknya diurus langsung oleh agennya tersebut.
‘’KITAS saya ada di Pak Eko, semua yang mengurus Pak Eko. KITAS punya saya sepertinya berakhir 14 Oktober,’’ sebut Roman mengaku belum lagi ada komunikasi dengan agen pemain asal Malang itu.
Sedangkan Esteban saat dikonfirmasi, masa berlaku KITAS-nya masih berlaku untuk sekitar 20 hari lagi. Gelandang Arema asal Uruguay ini pun mengaku masih menunggu perkembangan untuk pengurusan KITAS-nya.
‘’Saya sendiri belum tahu kapan saya ke Singapura. Makanya saya juga sedang menunggu perkembangannya. Kalau sudah lebih dati 20 hari lagi, KITAS saya sudah tidak berlaku lagi,’’ sebut Esteban.
Khusus untuk perpanjangan KITAS milik Roman tampaknya tak sampai mengurus di Kedubes RI di luar negeri. Namun untuk KITAS milik Miro dan Esteban, tampaknya diselesaikan di Kedubes RI terdekat yaitu di Singapura.
‘’Saya pikir, Roman bisa urus di Jakarta, saya tidak tahu, tapi kalau saya dan Esteban harus keluar dan urus ini di Singapura,’’ sebut Miro yang masih menunggu konfirmasi dari Onana untuk mengurus KITAS miliknya.
Sedang untuk KITAS milik Pierre Njanka. Menurut bek Arema asal Kamerun ini juga sudah habis masa berlakukan. Namun Njanka mengaku lupa tanggal masa berakhirnya izin tinggal terbatas miliknya tersebut.
’’Saya lupa tanggal, tapi KITAS saya sudah habis. Untuk mengurus perpanjangan ini saya masih tunggu Onana, dan Onana sepertinya juga tunggu dari manajemen. Jadi sekarang masih menunggu KITAS yang baru, mungkin Onana sudah mengurusnya,’’ terang Njanka.
Sedangkan KITAS milik dua pemain Arema asal Singapura, Noh Alamshah dan Muhamad Ridhuan, hingga kemarin belum ada kejelasan. Baik dari manajemen Arema maupun kedua pemain, belum ada keterangan terkait KITAS ini.
Manajemen Arema pun membenarkan, pengurusan KITAS pelatih dan pemain asing Arema bergantung permintaan dari pihak agen. Sehingga bisa dikatakan, untuk urusan KITAS ini menjadi tanggung jawab dari pihak agen.
‘’Untuk KITAS pelatih, kita tunggu permintaan Onana, karena yang mengurus adalah agen. Kita sebenarnya sudah siapkan tiket pesawat untuk mengurus di Singapura, tapi kita tunggu dari Onana,’’ sebut Direktur PT Arema Indonesia, Siti Nurzanah.
Jika KITAS ini tak segera diperpanjang, bukan tidak mungkin, Arema kehilangan pelatih dan pemain asingnya. Lantaran urusan KITAS ini berhubungan dengan pihak imigrasi, dengan kemungkinan terburuk bisa di deportasi.
Meski untuk proses deportasi ini tidak bisa langsung begitu saja, kecuali pelatih atau pemain asing Arema ini sudah pernah bermasalah dengan pihak imigrasi atau sudah pernah di black list, keterlambatan mengurus KITAS bisa di deportasi.
Terlepas kemungkinan terburuk itu, untuk keterlambatan mengurus KITAS, setiap hari akan dikenai denda Rp 200 ribu. Artinya jika selama seminggu tak segera mengurus KITAS, maka Miro atau pemain asing ARema membayar denda sebesar Rp 1,4 juta. (bua/avi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s